Renungan: Keluarga Kristen

Dalam berkomunikasi pasutri terbayang sambil dua kepanikan yaitu ketahukutan TIDAK DIMENEGERTIdan ketakutan BUKAN DIHIRAUKAN. Mayoritas pasutri bukan berkomunikasi olehkarena itu takut setelan tidak bakal mengerti segala sesuatu yang hendak disampaikan. Jadi, daripada mengatakannya dan bukan dimengerti, walhasil pasangan memutuskan untuk tak mengatakan apa-apa. Itu sebabnya pasangan jangan tidak memersiapkan pasangannya sebaik-baiknya supaya dapat menginterpretasikan apa yang mau disampaikan. Misalnya, orang-orang harus memerhatikan penggunaaan tanda yang tepat sebab perintah yang bukan pasti dapat meredam makna / bahkan memengaruhi reaksi keliru. Juga orang musti memphitungkan kadar emosi sebab kadar emosi kelewatan dapat menghasilkan pasangan hengkang teratur sebelum sempat membena(kan) perkataan pasangannya.

Alangkah baiknya jika di pendidikan kepatuhan anak- bani ini, kelompok wali dilibatkan, misalnya secara secara teratur mengadakan rekoleksi/ retret keluarga ataupun setara seminar setengah hari yang melibatkan orang2 tua, maupun yang disertai dengan kalender rekreasi titisan. Di sanding itu perlu diperhatikan adanya kesinambungan pada pendidikan ketentuan Katolik dibanding masa kanak- kanak sampai usia dewasa. Jika tidak ada kelompok khusus antara usia Komuni pertama sampai umur mudika oleh karena itu perlu diusahakan komunitas ‘antara’ tersebut.

Keluaran 12 menunjukan Paskah Israeldomba korban, roti tak beragi, darah di dalam pintu, penebusan anak sulung. Semuanya tersebut memiliki arti yang serius bagi penebusan Israel dibanding Mesir. Tetapi Roh Penting mengatur semua itu dengan suatu pantauan mengenai perbuatan penebusan Yesus Kristus. Kita tidak dapat memisahkan ke-2 bagian itu dalam ide kita; tapi dalam reaksi eksegesis kalian awalnya kudu menentukan segala sesuatu artinya bagi orang Israel, dan menyelami apa yang Tuhan lakukan dengannya pada penggenapan wahyu. Antitipe menyampaikan kedalaman maksud saat yang lama sesudah-sudahnya dimengerti.